Friday, August 22, 2014

Faktor Lesunya Pariwisata Aceh

Friday, August 22, 2014


Aceh, sebuah provinsi yang terletak di ujung barat pulau Sumatera adalah sebuah daerah Istimewa di Indonesia. Sejarah Aceh di penuhi banyak kisah heroik dan bau darah serta desing peluru dan semerbak aroma mesiu. Aceh di hantam banyak peperangan mulai dari zaman penjajahan, orde lama, orde baru dan masa reformasi perang datang dan pergi di bumi seribu sufi.

Ini adalah blog wisata bukan politik, mungkin anda heran dengan mukaddimah tulisan saya ini. Saya hanya mencoba mengingatkan bahwa cerita kelam lebih mudah disebar dan diingat, orang di luar Aceh tidak tau tentang keramahan orang Aceh, tentang alamnya yg bagaikan Surga atau tentang adatnya yg memuliakan tamu. Orang luar hanya tau Aceh itu adalah produsen ganja, tempat peredaran narkoba, pemberontak dan terakhir tsunami, miris.

Pariwisata di Aceh bagai kerakap diatas batu, hidup segan mati tak mau. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini:
Faktor Masyarakat
Masyarakat masih beranggapan tempat wisata = tempat maksiat sehingga harus cepat2 ditutup. Padahal masalah maksiat adalah masalah watak, tanpa ada tempat wisata pun maksiat tetap jalan kalau watak masyarakat didaerah tersebut suka maksiat, tapi tempat wisata yg disalahkan. Padahal tempat wisata bisa berdampak positif untuk ekonomi masyarakat sekitar. Masalah maksiat menurut saya bukan alasan untuk menutup tempat wisata, toh wisatawan bukan robot, mereka akan menghormati kearifan lokal.

Faktor Keamanan
Aceh terkenal sangat tidak aman bagi wisatawan, media luar hampur tidak pernah memberitakan Aceh selain tembak menembak, hukuman cambuk dan sejenisnya. Aceh seakan menjadi tempat yang sangat mengerikan untuk dikunjungi, wisatawan memilih cukup sampai Medan saja kalau mau jalan2 ke Sumatera. Ketakutan wisatawan mungkin beralasan mengingat berita yg mereka konsumsi dan untuk meyakinkan mereka bahwa Aceh aman dan nyaman bukanlah pekerjaan gampang.

Itulah 2 faktor yang menurut saya menjadi momok untuk perkembangan wisata Indonesia. Sebagai masyarakat Aceh sudah seharusnya kita meyakinkan masyarakat disekitar kita yg alergi tempat wisata, tempat wisata itu berdampak positif dan bila diurus dengan baik bisa menjadi salah satu sektor pendapatan daerah. Lihatlah daerah dengan julukan pulau seribu mesjid aja bisa menjadi daerah tujuan wisata dan masyarakatnya tidak keberatan.

Sebagai Blogger kita juga harus bisa meyakinkan teman-teman diluar Aceh bahwa Aceh itu aman untuk dikunjungi, tempat wisatanya tidak akan mengecewakan, semua tersedia di Aceh. Mau wisata Religi, Kuliner, Pantai, Gunung dan lainnya. Sudah sewajarnya kita kembangkan potensi wisata Aceh. Salam.

Ini adalah opini pribadi, maaf apabila acak2an dan membuat bingung pembaca :-`

1 comments:

Ahmad Wahyudin said...

Info rumah limasan dijual, rumah joglo dijual, rumah kampung dijual silahkan hubungi nmr 08179442249 / pin bb 7D839780

Post a Comment

Donation

 

Twitter

Ikuti Via Google

Ikuti Via FB