Monday, May 3, 2010

Makam Ratu Nahrisyah dan Tgk. Sidi Abdullah Tajul Milah

Monday, May 3, 2010
Di kabupaten Aceh Utara banyak terdapat tempat-tempat wisata bersejarah, baik itu sejarah zaman penjajahan seperti Rumah Cut Mutia di Matang Kuli juga situs-situs Makam raja-raja Samudera Pasai seperti Makam Malikulsaleh. Kali ini kita akan mengunjungi Makam dari Seorang Ratu yang pernah memimpin Samudera Pasai, Nama Ratu tersebut adalah Ratu Nahrisyah dan Seorang Pejabat Kerajaan Samudera Pasai yaitu Tgk. Sidi Abdullah Tajul Milah.

Makam Ratu Nahrisyah
Makam Ratu Nahrisyah terletak di Gampong Kuta Krueng Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara, lebih kurang 18 km dari Kota Lhokseumawe (Ke arah Timur Lhokseumawe) tidak jauh dari Komplek Makam Malikulsaleh. Surat Yasin dengan kaligrafi yang indah terpahat lengkap di Nisan Makam Ratu Nahrisyah ini. Selain itu juga terdapat Surat Ali Imran ayat 18 19, Surat Al-Baqarah ayat 285 286. Di Batu nisannya juga terdapat keterangan dalam aksara Arab yang berbunyi "Inilah makam yang suci, Ratu yang mulia almarhumah Nahrisyah yang digelar dari bangsa chadiu bin Sultan Haidar Ibnu Said Ibnu Zainal Ibnu Sultan Ahmad Ibnu Sultan Muhammad Ibnu Sultan Malikussaleh, mangkat pada hari Senin 17 Zulhijjah 831 H"

Adapun Ratu Nahrisyah Sendiri adalah
seorang ratu dari Kerajaan Samudera Pasai yang memegang pucuk pimpinan tahun 1416-1428 M. Ratu Nahrisyah dikenal arif dan bijak, memerintah dengan sifat keibuan dan penuh kasih sayang. Harkat dan martabat perempuan begitu mulia sehingga banyak yang menjadi penyiar agama pada masa pemerintahannya. Nahrisyah mangkat pada tanggal 17 Zulhijjah 831 H atau 1428 M.

Makam Tgk. Sidi Abdullah Tajul Milah
Di Desa Kuta Krueng Kec. Samudera Kab. Aceh Utara juga terdapat sebuah makam yang juga sering dikunjungi baik dengan maksud ziarah atau hanya sekedar melihat-lihat yaitu Makam Tgk. Sidi Abdullah Tajul Milah.
Teungku Sidi Abdullah Tajul Milah berasal dari Dinasti Abbasiyah dan merupakan cicit dari khalifah Al-Muntasir yang meninggalkan negerinya ( Irak ) karena diserang oleh tentara Mongolia Beliau berangkat dari Delhi menuju Samudera Pasai dan mangkat di Pasai tahun 1407 M. Beliau adalah pemangku jabatan Menteri Keuangan.

Batu nisannya terbuat dari marmer berhiaskan ukiran kaligrafi, ayat kursi yang ditulis melingkar pada pinggiran nisan. Sedangkan di bagian atasnya tertera kalimat Bismillah serta surat At-Taubah ayat 21-22.

Masih banyak makam-makam raja ataupun pejabat kerajaan Samudera Pasai di Kabupaten Aceh Utara, yang InsyaAllah akan dibahas pada postingan yang akan datang.

0 comments:

Post a Comment

Donation

 

Twitter

Ikuti Via Google

Ikuti Via FB