Tuesday, April 6, 2010

Tgk. Di Awe Geutah

Tuesday, April 6, 2010

Masih di Kabupaten Bireuen, kali ini kita akan mengunjungi sebuah tempat yang sudah terkenal sejak penulis masih kecil, yaitu Rumoeh Tgk. Chik Awe Geutah. Sebuah Rumah Adat Aceh dengan ukiran yang indah dan khas sekali. Dulu banyak orang yang mengunjungi tempat ini sekedar ingin melihat Rumah Adat tersebut. Pada tahun 90 an juga ada berita heboh dari tempat ini, yaitu air yang berasal dari salah satu sumur di tempat tersebut bisa menjadi obat berbagai penyakit setelah di manterai oleh dukun cilik, yah semacam Ponari sekarang tapi kita tidak membahas hal tersebut.

Rumah Aceh dan Makam Tgk. Di Awe Geutah berada di Gampoeng Awe Geutah Kec. Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen. Rumah ini diperkirakan telah dibangun 500 tahun silam dan di komplek rumah Tgk. Di Awe Geutah ini terdapat mon kaluet (sumur semedi) air sumur inilah yang pada tahun 90 an pernah menjadi incaran penduduk di beberapa Kabupaten di provinsi Aceh serperti, Aceh Utara, Pidie dan Aceh Timur.

Kalo kita mengunjungi makam seseorang, kita harus tau siapa orang yang makamnya kita kunjungi, untuk postingan kali ini penulis mencoba membahas tentang sosok ulama kharismatik ini, perlu di catat Tgk. Di Awe Geutah bukanlah cuma ulama beliau adalah pahlawan tapi sayangnya jasa-jasa beliau seperti terlupakan dan yang dikenal orang Tgk. Di Awe Geutah "hanya" seorang ulama yang cukup kesohor sampai syair di acara pembukaan "Rukon" (sebuah acara diskusi agama islam yang menjurus debat, khas acara ini adalah penyampaian yang dilakukan dengan syair berbahasa Aceh yang enak di dengar, acara ini terdiri dari dua group) berbunyi "Berkat Tgk. Di Awe Geutah".

Siapakah Tgk. Di Awe Geutah, penulis sendiri mendapatkan referensi dan nukilan kisah Tgk. Di Awe Geutah dari http://www.modusaceh.com yang menyediakan kisah ini dalam bentuk .pdf.
-----------------
Selain membaca langsung (klik fullscreen untuk memperbesar), anda juga dapat mendownloadnya. Kisah Tgk. Di Awe Geutah ini akan berlanjut pada postingan berikutnya.
Sejarah Teungku Chik Awe Geutah

0 comments:

Post a Comment

Donation

 

Twitter

Ikuti Via Google

Ikuti Via FB