Tuesday, April 20, 2010

Loyang Datu

Tuesday, April 20, 2010

Loyang Datu adalah Goa ketiga setelah Loyang Koro dan Loyang Pukes yang terdapat di Aceh Tengah, sebagai daratan tinggi wajar saja kalau di kawasan ini terdapat banyak goa juga legenda. Loyang Datu Terletak di wilayah Desa Isaq, Kecamatan Linge. Secara astronomis berada pada 04° 27.445′ LU — 096° 52.554′ BT (47 N 0264279, UTM 0493028). Menuju ke lokasi gua dari jalan raya menuruni anak tangga semen yang dibuat oleh Pemda. Beragam tanaman tumbuh di sekitar gua antara lain durian (Durio zibethinus), tenung, kemiri (Aleurites moluccana), kayu manis (Gly-cyrhiza glabra), kopi (Coffea spp), gesing, bambu (Bambusa sp), dan damar (Shorea javanica).

Luas ruangan gua secara keseluruhan 1.980 m2. Kondisi di bagian dalam gua cukup terang karena ruangan gua cukup luas dan cahaya matahari dapat masuk dari arah tenggara dan barat. Mulut gua yang berada pada 1200 (tenggara) dengan diameter 25 m, tinggi 11,6 m dan pada jarak 5 m dari mulut gua menghasilkan sudut penyinaran 650, sehingga ruangan gua maksimum terkena sinar matahari pagi hari sekitar pukul 06.00 – 08.30. Kemudian melalui mulut gua yang berada pada 2650 (barat) dengan diameter 30 m, tinggi 6 m dan pada jarak 5 m dari mulut gua menghasilkan sudut penyinaran 500. Kemungkinan ruangan gua maksimum terkena sinar matahari sore hari sekitar pukul 15.00 – 16.00.

Di bagian utara mendekati dinding gua di utara mengalir Sungai Loyang Datu (sungai tersebut mengalir dari arah barat ke arah tenggara menuju ke Sungai Pesangan). Di sekitar sungai tersebut banyak bebatuan berbagai ukuran. Menuju ke bagian dalam gua dapat melalui anak tangga semen dan berpagar besi. Anak tangga selain dibangun menuju ke arah gua, juga dibangun dari bagian dalam gua dan luar gua ke arah sungai. Dekat mulut gua juga telah dibangun balai-balai/pendopo bertiang kayu, beratap seng, dan berlantai semen serta tempat duduk dari semen. Balai-balai/pendopo tersebut juga terdapat dekat sungai dan di bagian dalam gua terdapat tempat duduk dari semen. Di bagian timur mulut gua mendekati sungai terdapat bangunan kecil dari kayu yang berfungsi sebagai wc.

Kondisi langit-langit gua tinggi, serta lantai gua di bagian selatan cukup datar dan kering. Lantai gua konturnya menurun ke utara (ke arah sungai). Di bagian tersebut selain berbatu juga kondisinya agak lembab. Pada tepian sungai banyak ditemukan batuan yang dapat difungsikan sebagai bahan alat batu. Adapun ukuran luas lantai di bagian selatan sekitar 1.260 m2. Pada dinding gua di bagian selatan terdapat cekungan-cekungan kecil alami dan ada yang dibuat oleh tangan manusia yang terlihat dari tumpukan batuan dinding guanya. Pada bagian tersebut dihuni kelelawar.

Jadi kalo anda sudah menjejakkan kaki ke Negeri Antara Tanah Gayo tidak ada salahnya memasuki semua Goa dan Curuk yang ada didataran tinggi tersebut, tentang legendanya bisa anda tanyakan pada orang² tua yang tinggal di desa sekitar Goa.

0 comments:

Post a Comment

Donation

 

Twitter

Ikuti Via Google

Ikuti Via FB