Friday, April 16, 2010

Gua Loyang Koro

Friday, April 16, 2010


Anda pernah ke Aceh Tengah? kalo jawabannya "pernah" maka anda pasti sudah pernah ke Danau Lut Tawar atau setidaknya melihat danau tersebut dari ketinggian daratan tanah gayo (namun itu tindakan yang merigikan :D). Di dekat Danau Lut Tawar terdapat sebuah Goa yang juga sering di kunjungi oleh wisatawan, nama Goa atau Gua tersebut adalah Gua Loyang Koro.

Kalo anda masuk ke dalam Goa Loyang Koro yang pertama anda temui adalah keindahan dari batu-batu alam yang tedapat didalamnya, baik warna, bentuk maupun ukurannya yang bervariasi membuat anda betah berada didalamnya, Goa ini memang terkenal dengan Stalaktik yang menawan hati, namun bukan tanpa kekurangan, kalo anda masuk lebih dalam suasananya mulai lembab dan kurang nyaman, yah namanya aja Gua.

Gua Loyang Koro terletak di Desa Toweren, Kecamatan Lut Tawar lingkungannya berada di sekitar danau Lut Tawar. Secara astronomis berada pada 04° 38.599′ LU — 096° 52.064′ BT (47 N 0263451, UTM 0513593). Loyang = lubang, koro = kerbau, dinamakan demikian karena menurut sumber tempatan pernah difungsikan persinggahan kerbau karena berada pada daerah yang menjadi lintasan orang menggiring kerbau dari Kota Takengon menuju daerah Isaq. Untuk menuju ke gua tersebut dari jalan raya ke arah tenggara melewati anak tangga dan jalan setapak sekitar 130 m dari jalan raya. Pintu gua menghadap ke timurlaut (33o) ke arah danau. Bagian depannya terdapat bunga-bunga hias yang sengaja diletakkan di bagian depan mulut gua.

Mulut gua yang berada pada 330 (timurlaut) dengan diameter 10 m, tinggi 2,3 m dan pada jarak 5 m dari mulut gua menghasilkan sudut penyinaran 250. Kemungkinan ruangan gua maksimum terkena sinar matahari pagi hari sekitar pukul 08.00 – 09.30. Secara keseluruhannya ruangan gua berukuran panjang sekitar 90 m dan lebar antara 3 m — 18 m. Langit-langit gua di bagian yang berdekatan dengan mulut gua cukup tinggi sehingga terkesan lapang hingga sekitar 3 m–4 m, namun di bagian tengah langit-langit rendah hingga sekitar 120 cm, kemudian di bagian dalam langit-langit tinggi sekitar 2,5 m – 6 m dengan ruangan yang cukup luas sekitar 300 m2. Secara keseluruhan gua ini gelap dan lembab, kecuali pada bagian yang berdekatan dengan mulut gua, demikian juga lantainya basah oleh tetesan air dari langit-langit guanya. Gua ini juga penuh dengan stalaktit dan stalakmit, kecuali pada bagian yang mendekati mulut gua sebagian stalakmit telah dipangkas dan sebagian diubah menjadi anak tangga.

Jadi kalo anda berkunjung ke Tanah Gayo tidak ada salahnya mencoba masuk dan merasakan suasana Gua Loyang Koro ini.

0 comments:

Post a Comment

Donation

 

Twitter

Ikuti Via Google

Ikuti Via FB