Thursday, March 25, 2010

Pulau Aceh

Thursday, March 25, 2010




Pada postingan kali ini kembali kita membahas sebuah pulau yang berada di pesisir Aceh, berbeda dengan pulau² sebelumnya yang ukurannya kecil, kali ini sebuah Pulau yang lumayan besar dan sudah dikenal lama oleh masyarakat Aceh dan luar Aceh, walau imagenya agak jelek, diakui atau tidak, begitu mendengar kata Pulau Aceh orang langsung teringat pada Ganja, pulau ini sebelum Tsunami memang dikenal sebagai penghasil ganja dan katanya (katanya lo) ganja pulau Aceh lebih bagus mutunya dari ganja² ditempat lain. Ketika darurat militer di Aceh (tahun 2003) pulau Aceh kembali mendapat image yang kurang baik, pulau ini dipersiapkan sebagai penjara untuk para anggota GAM, proyek pembangunan penjara yang mungkin akan menjadikan pulau Aceh sebagai Nusa Kambangan ke-2 ini gagal setelah Tsunami dan disepakatinya perjanjian damai RI-GAM. Dulu pulau Aceh juga ditakuti oleh pendatang karena Malarianya.

Untuk mencapai pulau Aceh, anda bisa berangkat dari Pelabuhan Ikan Lampulo - Banda Aceh, menggunakan perahu motor perjalanan bisa mencapai 2 jam, terletak di sebelah Timur Laut pulau Sumatera dan bersebelahan dengan pulau Breuh (Kota kecamatan Pulau Aceh terletak di Pulau Breuh) dan pulau Sabang membuat pulau ini berpotensi sebagai tempat tujuan wisata, namun sampai sekarang belum terlihat keseriusan pemerintah dalam hal ini Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dalam menggali berbagai sumber daya alam di pulau ini. Masayarakat Aceh juga menyebut pulau ini dengan Pulau Nasi, sebutan itu mungkin berhubungan dengan tetangganya pulau Breuh (dalam bahasa Aceh artinya beras).

Bagi anda yang gemar wisata bahari, pulau Aceh tidak akan mengecewakan anda, pantai dengan pasir putih dengan mudah di jumpai disini, namun bila anda ingin menyelam untuk melihat terumbu karang harus membawa peralatan sendiri. Disini juga anda bisa berkemah dengan bebas, namun perlu diingat pulau ini terkenal dengan Malarianya walau sekarang sudah jarang terdengar, namun membawa obat anti malaria bukanlah tindakan salah.

Bagi Anda yang hobi memancing, anda bisa menyewakan perahu milik nelayan di kawasan Lampulo dengan harga berkisar Rp. 250.000 - Rp 300.000 per hari untuk mengunjungi pulau Aceh sambil memancing, pasti sangat mengasikkan karena anda juga bisa mengelilingi pulau Aceh dan Pulau² kecil disekitarnya.

Berikut profile singkat Pulau Aceh / Pulau Nasi yang saya kutip dari (http://wapedia.mobi/id/Pulau_Nasi) :

Pulau Nasi adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah timur laut pulau Sumatra dan di sebelah barat laut pulau Weh. Terletak di tengah-tengah antara ujung barat pulau Sumatra dengan pulau Breueh. Di lihat berdasarkan titik koordinat, pulau ini berada di koordinat 5°37′0″LU,95°7′0″BT.

Secara administratif pulau ini termasuk dalam wilayah kecamatan Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

Pulau Nasi memiliki lima desa. Di antaranya Lamting, Dedap, Rabo, Pasie Janeng dan Alue Rieng. Lamting merupakan desa dengan penduduk terbanyak. Penduduk pulau Nasi kesemuanya adalah pendatang dari daratan Aceh maupun dari pulau Weh dan pulau lainnya.

Pulau-pulau lain yang berada di dekat pulau Nasi antara lain:

Pulau Nasi terkenal dengan beberapa sebutan, antara lain:

  • Pulau sarang malaria
  • Pulau si ladang ganja
  • Pulau markas GAM
Namun untuk poin terakhir, hanya sebutan di masa lalu, sekarang pulau Aceh bukanlah tempat yang angker untuk dikunjungi.

0 comments:

Post a Comment

Donation

 

Twitter

Ikuti Via Google

Ikuti Via FB