Event

Event
Aceh Rapai Festival 2016

Donation

ABC

ABC

Visit Aceh

Visit Aceh

Saturday, August 20, 2016

Kopi Khop Ala Meulaboeh - Aceh Barat (Video)

Saturday, August 20, 2016
0 comments


read more

Friday, August 5, 2016

22-28 Agustus 2016 : Pacu Kuda Gayo Digelar di Takengon

Friday, August 5, 2016
0 comments
Perhelatan pacu kuda tradisional Gayo di Aceh Tengah akan dihelat 22-28 Agustus 2016. Demikian diutarakan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Aceh Tengah, Subhan Sahara, Kamis 4 Agustus 2016.
“Even tahunan ini diselenggarakan dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI tahun ini dan seperti biasa dilangsungkan di Belang Bebangka Pegasing,” ungkap Kadis yang berada di Jakarta menghadiri launching Aceh International Rapa’i Festival 2016.
Adapun peserta pacu kuda, seperti biasa adalah kuda-kuda yang berasal dari 3 kabupaten, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tengah. (WA)

read more

Dukung Aceh Sebagai Destinasi Halal

0 comments
Sesuai dengan visi dan misinya, Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah berharap sektor pariwisata di Aceh akan terus berkembang, bahkan akan menjadi leading sector. Hal ini tidak terlepas dari potensi Aceh sebagai daerah yang kaya dengan pariwisata alam, budaya, dan lainnya.

Sejalan dengan mengeliatnya wisata halal di dunia internasional, Pemerintah Aceh coba mempertegas posisi saat ini sebagai destinasi wisata halal di Indonesia. Selain memang konsep wisata ini punya peluang bisnis yang prospektif, sekaligus juga menjadi media dakwah untuk memperkenalkan Islam ke seluruh dunia.

“Bagi Aceh, prospek bisnis wisata halal ini sangat menjanjikan. Kita punya potensi, karena semua sendi kehidupan berlandaskan Syariat Islam. Selain itu, juga sekaligus memperkenalkan Syariat Islam yang rahmatan lil’alamin. Mari kita dukung bersama-sama untuk mewujudkannya,” kata Zaini Abdullah.

Wisata halal bukan hanya ditujukan untuk wisatawan muslim, namun juga untuk non-muslim, karena mereka pun bisa menikmati makanan halal, hotel halal, dan paket wisata halal.

Doto Zaini menyebut ada empat pilar yang harus dibenahi untuk membangun sektor pariwisata, yakni destinasi, pemasaran, industri, dan kelembagaan. Pilar-pilar ini harus digerakkan serentak agar Aceh menjadi destinasi unggulan wisata halal dunia.

Harapan Zaini Abdullah tersebut memang bukan tanpa alasan. Kementerian Pariwisata RI mengakui potensi yang besar Aceh menjadi salah satu destinasi wisata halal di Indonesia. ”Aceh mempunyai ruh sebagai destinasi wisata halal. Jadi, brandingnya kuat. Tinggal dikembangkan. Potensinya berupa wisata religi, alam, dan tsunami,” ujar seorang pembicara dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI dalam workshop Pengembangan Destinasi Wisata Halal oleh Kemenpar RI di Hotel Oasis, Banda Aceh, Kamis (24/3/2016).

Hingga 2015, pertumbuhan industri pariwisata halal merupakan pertumbuhan terbesar dibandingkan jenis pariwisata lainnya. Apalagi Indonesia berhasil meraih tiga penghargaan dunia sebagai World’s Best Halal Tourism Destination, World’s Best Halal Honeymoon Destination, dan World’s Best Family Friendly Hotel pada World Halal Travel Awards (WHTA), pada 19-21 Oktober 2015 di Uni Emirat Arab (UEA). Berangkat pada prestasi ini Kementerian Pariwisata RI tahun ini menominasi tiga provinsi di Indonesia untuk percepatan destinasi wisata halal dunia. Alhamdulillah, Aceh termasuk salah satunya, selain Sumatera Barat dan NTB.

Gubernur Aceh menyebutkan, terpilihnya Aceh pada tahun ini menjadi berkah tersendiri, apalagi Aceh telah lama dikenal sebagai Serambi Mekkah, sehingga mampu memperkuat posisi Aceh sebagai destinasi wisata halal. Di mata Gubernur Zaini, Aceh punya segalanya untuk mengembangkan pariwisata halal. Tinggal lagi adanya semangat dan kerja keras semua pihak terkait.

“Keberadaan beberapa ulama besar, seperti Syeh Abdurrauf, Syamsuddin Assumatrani, Nuruddin Arraniry dan Hamzah Fanshuri yang pernah memberi andil dalam sejarah dan kekayaan seni dan budaya Aceh, tidak hanya memperkuat positioning Aceh sebagai destinasi wisata halal, melainkan Aceh sudah sepatutnya dinominasikan sebagai World’s Best Halal Cultural Destination,” sebut Zaini Abdullah.

read more

Thursday, December 24, 2015

11 Year Tsunami Aceh, Past and Present

Thursday, December 24, 2015
1 comments

read more

Wednesday, December 16, 2015

Peringatan 11 Tahun Tsunami Aceh

Wednesday, December 16, 2015
1 comments

1. Profil Kegiatan

Terjadinya Gempa dengan kekuatan 8,9 skala richter dan disusul dengan gelombang tsunami telah menghancurkan sebahagian pesisir Aceh pada tanggal 26 desember 2004. Kehilangan ribuan nyawa dan kehancuran yang luar biasa telah menimbulkan kehancuran ekonomi Aceh dengan kerusakan berbagai sarana dan prasarana ekonomi dan SDM. Kehilangan nyawa manusia diperkirakan 250 ribu akibat dampak langsung dari bencana tersebut. Bencana ini telah menjadi tragedi menkutkan dalam sejarah kemanusiaan.

Banda Aceh sebagai Ibukota Provinsi Aceh juga mengalami kerusakan dengan jumlah korban yang relatif besar, khususnya di kawasana Pantai Ulee lheu. Diperkirakan hanya 650 orang yang selamatdari jumlah penduduk 6.500 orang dengan jumlah korban tersebar adalah anak- anak, wanita dan orang tua. Beberapa daerah lainnya, seperti calang, Meulaboh dan Aceh Besar juga mengalami kerusakan yang serius dengan jumlah korban yang relatif besar.

Mengunjungi kawasan wisata Tsunami Aceh, selain objek wisata alam lainnya berdasarkan karakteristik dan lingkungan alam, telah menjadi sebuah trend terkini bagi wisatawan. Menikmati berbagai peninggalan Tsunami, pengetahuan tentang sejarah atau penelitian tentang cara hidup masyarakat di masa lalu sekaligus kembali mengingat masa lalu akan berbagai kejadian selama tsunami menjadi tujuan utama wisatawan untuk berkunjung ke kawasan tsunami Aceh

2. Lokasi/Rencana Kegiatan

Lokasi acara direncanakan akan digelar di Lapangan Blang Padang Banda Aceh pada tanggal 26 Desember 2015.

3. Peserta

Masyarakat Umum, Tamu Undangan dari Luar dan Dalam Negeri, Pelaku Pariwisata.

read more

Thursday, December 10, 2015

Weh Island

Thursday, December 10, 2015
1 comments

The Aceh Government through the Department of Culture and Tourism made Weh Island as a destination for tourism in the north western tip of Indonesia's provinces.

"We make Pulau Weh as a major tourism destination in Aceh in addition to already known in the world, Pulau Weh promising potential," said Head of Culture and Tourism Aceh, Reza Fahlevi in Banda Aceh, Monday (08/06/2015).

Pulau Weh better known as Sabang. This island is the administrative area of the City of Sabang, Aceh Province.

Besides many have known tourism destination, Pulau Weh a distance of about 18 nautical miles from the mainland of Sumatra Island, entered into a free trade area and the port of Sabang.
Reza opinion, as a major destination in order to Pulau Weh become a tourism gateway Aceh, as well as supporting tourism in 23 districts / cities in Aceh province.

"From Pulau Weh, tourists can continue pelancongannya to many other tourist destinations in the province. And this will benefit the tourists because they can see the diversity of tourism in this province," he said.

In addition, continued Reza, the aim of making Weh Island as the main destination of tourism Aceh as a commitment to make Sabang Aceh government as a regional flagship national tourist destination.

To make Pulau Weh Aceh's major tourist destinations, according to Reza, it strengthens the existing infrastructure and to build tourism information Aceh so that tourists know other tourist destinations in the province.

read more

Tuesday, October 6, 2015

Kuala Paret Aceh Tamiang

Tuesday, October 6, 2015
2 comments

Some time past, Kuala Paret was crowded discussed in cyberspace. His photographs were scattered in social media. Many people did not expect, that in Aceh Tamiang there is this beautiful tourist sites. In fact, people around Tamiang Hulu also many who do not know. The proof, as I ask the locals. Most of them had only heard his name, but do not know exactly where this tourist location.

From the name it seems less attractive. But do not be fooled. This place actually presents a charming natural charm. Kuala Paret is a seungai basin water flowed swift and beautiful. One appeal of this attraction rather kehijuan water colored and clear. Very beautiful. Moreover, if we look at it from a hilltop. Looks flow of clear water is like a pearl necklace that go unpunished. Snaking between palm oil plantations.

The village is located in Kuala Paret Kaloi, Tamiang Hulu. The location is still in the plantation area of PT. Amps. The road to here it takes struggle. Because it is very far from downtown kuala intersection, which is about three hours away. If we've got to Pulau Tiga, bring enough stock. Because after hard pressed to find a stall. Especially when it entered the area of oil palm plantations. The place is almost deserted.

After entering the village Kaloi, struggle increasingly challenging. Because here, the road conditions are rocky with a width of only about two meters. For those adventurous souls such a thing is certainly very challenging. Moreover, road conditions up and down the hills that feels endless. But here is interesting, because when we got to the top of the hill, we could see the forests and plantations are very extensive.
But be careful, because a lot of the intersection along the way. It's good, we asked first to people who already know. Or follow another group who want to Kuala Paret. I was alone at the time, until the lost twice because one taking roads. After a journey full of twists, eventually we will arrive in Kuala Paret.

From above, the roar of rushing water sound Kuala Paret. Because the position is at the bottom of the cliff. Then we have to go down the cliff, clutching tree roots. Really an adventure. Oh yes, to come in here we only need to pay Rp. 5000 for the parking fee. A fair price for this interesting place.

Kuala Paret we could see large rocks which split into streams. In rock crevices that beautiful colored river water is flowing. But be careful, do not try to bathe in the stream because it is very dangerous. The currents are very swift can be fatal.

But not to worry, we can still bathe in banks with a current that is not too heavy. The water here is very cool and fresh. I myself repeatedly sipped water for thirst as a result of this river did not bring enough stock.

This place was not crowded with people. Perhaps because the place is very far and the road is very challenging. Nature here is very natural. High cliffs that enclose the flow of the river, while on the other side is a clump of unspoiled forest.

The air here is also very cool. Really a tourist location that is appropriate for anyone who wants relaxation. Yes, visit to Aceh Tamiang. Explore the course challenging, and enjoy the charm of the heavy and beautiful rivers in the interior Tamiang Hulu.

Video :



read more

Donation

 

Twitter

Ikuti Via Google

Ikuti Via FB